BLITAR, KLIKNEWS.co.id – Kekecewaan warga Kecamatan Kanigoro atas minimnya perhatian pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan menengah atas kembali mencuat, Senin sore (29/6).
Sejumlah warga yang tergabung dalam Ki Demang Community memasang banner berisi surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Blitar di Simpang Empat Kanigoro.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas belum adanya SMA maupun SMK Negeri di Kecamatan Kanigoro, meski wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Blitar sejak lebih dari satu dekade lalu.
Koordinator aksi, Henry Sulfianto yang akrab disapa Londo, mengatakan pemasangan banner merupakan puncak kekecewaan warga setelah surat permohonan audiensi yang dilayangkan kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar tidak mendapat tanggapan.
“Ini adalah implementasi puncak kekecewaan warga. Kami sudah mengajukan surat permohonan audiensi kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, tetapi hingga kini tidak mendapat respons. Karena itu, kami menyampaikan aspirasi melalui surat terbuka agar pemerintah dan DPRD benar-benar mendengar keluhan masyarakat,” tegas Londo di sela-sela aksi.
Menurutnya, belum adanya SMA/SMK Negeri di Kanigoro membuat lulusan SMP harus bersaing masuk sekolah negeri di kecamatan lain. Pada jalur domisili, peluang mereka pun kerap kalah dengan calon siswa yang berdomisili di wilayah sekolah tujuan.
Londo menilai, kondisi tersebut tidak sejalan dengan status Kanigoro sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Blitar. Padahal, menurutnya, kebutuhan lahan maupun pembangunan gedung SMA/SMK Negeri di wilayah tersebut sangat memungkinkan untuk direalisasikan.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Blitar dari Kota Blitar ke Kecamatan Kanigoro, penyelenggaraan administrasi pemerintahan dipindahkan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan sarana dan prasarana di ibu kota kabupaten.
“Sebagai ibu kota kabupaten, Kanigoro sudah semestinya memiliki SMA/SMK Negeri. Kami berharap Bupati dan DPRD segera merespons aspirasi ini,” pungkas Henry.
(Mal)









Tinggalkan Balasan