MALANG, KlikNews.Co.Id, | Potensi besar atlet catur muda Kabupaten Malang berusia 8 hingga 17 tahun (U8-U17) yang telah menorehkan prestasi di tingkat provinsi, hingga kini dinilai belum terwadahi secara optimal oleh induk organisasi resmi, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Malang.

Kondisi ini memicu keprihatinan para orangtua atlet. Bergerak secara mandiri, mereka akhirnya membentuk komunitas Insan Peduli Catur (IPC) sebagai wadah alternatif untuk menjaga keberlanjutan pembinaan bakat-bakat muda tersebut.

Langkah ini diambil mengingat catur bukanlah olahraga populer yang mudah menjaring minat anak-anak, tidak seperti sepak bola, bola voli, renang, ataupun atletik. Proses rekrutmen dan mempertahankan ketertarikan anak pada dunia catur dinilai membutuhkan perhatian khusus dan energi yang tidak sedikit.

Didorong oleh komitmen menyelamatkan potensi atlet, perwakilan komunitas IPC didampingi oleh Agus Subyantoro, SH, menggelar kunjungan silaturahmi ke kediaman Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Mubarok, pada Rabu (10/6/2026) malam. Zulham juga diketahui menjabat sebagai Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang.

Pertemuan yang berlangsung selepas waktu isya tersebut digelar di ruang terbuka samping kediaman Zulham, yang berada di dalam kompleks industri kerupuk Lumba-Lumba, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Meski membahas persoalan serius terkait masa depan atlet, diskusi berjalan hangat, cair, dan penuh kekeluargaan, ditemani secangkir kopi serta hidangan khas Pangsit Mie Serut seputaran Turen. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan IPC menyampaikan seluruh hambatan, pola pembinaan mandiri yang selama ini berjalan, hingga agenda turnamen terdekat yang akan diikuti para atlet.

Merespon aduan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD sekaligus Sekretaris KONI Kabupaten Malang, Zulham Mubarok, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para orangtua yang tergabung dalam IPC. Zulham menyatakan siap memfasilitasi dan mengurai miskoordinasi yang selama ini terjadi antara pihak komunitas dan Percasi selaku induk cabang olahraga.

“Kami akan memfasilitasi kebuntuan koordinasi antara IPC dengan induk olahraganya. Selain itu, kami juga akan membantu dalam proses pengajuan dana atau anggaran pembinaan,” ujar Zulham.

Sebagai langkah tindak lanjut, Zulham berencana mengundang para pemangku kepentingan terkait melalui mekanisme resmi, yakni forum Hearing atau Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung dewan. Kunjungan yang membawa harapan baru bagi masa depan pecatur muda Kabupaten Malang ini berakhir pada pukul 21.00 WIB, ditutup dengan sesi foto bersama. (Wen)