SIDOARJO, KlikNews.Co.Id , – Keberadaan Rumah Rehabilitasi Sahwahita Sidoarjo kembali memicu sorotan publik. Hal ini mengemuka seiring beredarnya rekaman video yang memuat pengakuan seorang perempuan terkait proses rehabilitasi yang dijalaninya. Dalam video tersebut, ia mengaku harus menanggung beban pembiayaan hingga sekitar Rp35 juta, yang berdampak langsung terhadap kondisi ekonominya.

Sejumlah tuduhan mengenai dugaan tekanan atau indikasi jebakan dalam proses penerimaan pasien kini menjadi perbincangan. Meski demikian, kepastian atas dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian hukum serta verifikasi komprehensif dari berbagai pihak terkait.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pengelola Sahwahita, termasuk kepada Sahid, S.H., M.H., guna menggali kejelasan standar operasional justru menemui jalan buntu. Dalam komunikasi via telepon, pihak pengelola sempat meminta agar percakapan tidak direkam.

Rangkaian pertanyaan terkait kualifikasi operasional lembaga tersebut belum memperoleh jawaban terbuka. Mengenai kualifikasi tenaga kesehatan, pihak Sahwahita mengonfirmasi keberadaan tenaga medis di fasilitasnya. Namun, ketika ditanyakan mengenai kualifikasi spesifik tenaga tersebut, apakah dokter, bidan, atau perawat, pihak pengelola enggan membeberkan dan menyebut hal itu sebagai informasi rahasia.

Begitu pula dengan kepastian durasi pelayanan. Mengenai indikator medis yang menentukan lama masa rawat hingga waktu kepulangan pasien, pengelola menyatakan hal tersebut bersifat rahasia, di tengah munculnya informasi ketiadaan kepastian durasi inap bagi sebagian pasien.

Pihak pengelola sempat mempertanyakan alasan jurnalis menanyakan SOP layanan. Awak media menegaskan bahwa klarifikasi tersebut merupakan bagian dari kerja jurnalistik untuk memastikan hak-hak publik atas pelayanan yang transparan dan terukur.

Sebagai fasilitas yang menerima pasien dan menarik pembiayaan dalam jumlah signifikan, transparansi tata kelola Rumah Rehabilitasi Sahwahita menjadi poin krusial. Publik berhak mengetahui standar pelayanan, kualifikasi tenaga ahli yang bertanggung jawab, hingga rincian skema biaya, sepanjang tidak melanggar privasi dan data pribadi pasien.

Jurnalis KlikNews.co.id akan terus mengawal perkembangan isu ini, mengumpulkan bukti-bukti pendukung, serta menghimpun kesaksian dari para pihak guna menyingkap tabir kebenaran secara objektif dan transparan. (WEN)