MALANG, KlikNews.Co.Id, – Di tengah derasnya arus modernisasi, ruang-ruang komunal di pedesaan tetap menjadi perekat sosial yang kokoh. Potret ini terekam jelas dalam resepsi pernikahan Melayunita dan Syarudin yang digelar di RT 17 RW 10, Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Senin (1/6/2026). Perhelatan ini bukan sekedar perayaan bertemunya dua insan, melainkan momentum meneguhkan kembali laku gotong royong dan silaturahmi warga.
Sejak pagi, suasana riuh berbalut kekeluargaan telah melingkupi kediaman tuan rumah. Melayunita, putri dari Suradi, resmi bersanding dengan Syarudin, putra dari Ngadi. Ratusan warga, kerabat dari luar daerah, hingga tokoh masyarakat setempat bergantian memadati area resepsi, menciptakan harmoni perayaan yang meriah namun tetap bersahaja.
Bagi masyarakat Ngajum, hajatan pernikahan atau pesta dharatan seperti ini selalu melibatkan peran serta lingkungan sekitar. Tradisi saling bantu, mulai dari mendirikan tenda, menyiapkan konsumsi, hingga menyambut tamu, menjadi bukti bahwa modal sosial di tingkat tapak masih terawat dengan baik.
“Pernikahan ini menjadi wujud rasa syukur kami. Namun yang tidak kalah penting adalah melihat bagaimana warga sekitar tulus ikhlas membantu agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan khidmat. Ini yang membuat kami terharu,” ujar salah satu perwakilan keluarga mempelai.
Nuansa khidmat terasa memuncak saat kedua mempelai berdiri di pelaminan untuk menerima ucapan selamat. Berbagai hiburan rakyat yang disajikan di panggung utama turut menambah semarak suasana, menghibur para tamu yang datang memberikan restu.
Harapan-harapan terbaik pun mengalir bagi pasangan baru ini. Warga dan kerabat yang hadir mendoakan agar Melayunita dan Syarudin dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sebuah fondasi rumah tangga yang harmonis dan tangguh dalam menghadapi dinamika zaman.
Pesta mungkin akan usai, dan tenda-tenda akan segera dibongkar. Namun, bagi Melayunita dan Syarudin, langkah pertama mengarungi bahtera rumah tangga baru saja dimulai, diiringi berkah dan doa dari seluruh Masyarakat Ngajum.(Red)









Tinggalkan Balasan