PASURUAN, KLIKNEWS.co.id – Sebuah rumah milik warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Ngayunan, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dilalap api pada Rabu (01/07) sekitar pukul 23.00 WIB. Berkat kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran, penghuni rumah berhasil diselamatkan sehingga tidak ada korban jiwa.
Rumah tersebut diketahui dihuni seorang diri oleh Agus Suhatta (44). Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korban yang membakar kasurnya menggunakan rokok.
Rustam, warga yang menjadi saksi mata, menceritakan peristiwa itu bermula saat dirinya bersama sejumlah warga sedang berkumpul di pos kamling yang berada tidak jauh dari rumah korban.
“Tiba-tiba salah satu warga melihat asap tebal disertai kobaran api muncul dari atap rumah Hatta. Kami langsung berteriak ‘kebakaran’ dan berlari menuju lokasi,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, warga mendobrak pintu rumah karena korban masih berada di dalam. Saat diminta keluar, korban justru menolak sehingga harus dievakuasi secara paksa.
“Saya bersama warga akhirnya menarik Hatta keluar rumah. Sementara warga lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya,” terang Rustam.
Kepala Desa Kedungringin, Rizky Wahyuni, mengapresiasi respons cepat warga dan petugas pemadam kebakaran yang berhasil mencegah api merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
“Alhamdulillah warga bergerak cepat dan petugas PMK segera tiba di lokasi sehingga api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dugaan sementara, korban sengaja membakar kasurnya menggunakan rokok,” tegas Rizky.
Rizky mengungkapkan, korban memang telah lama mengalami gangguan jiwa dan sebelumnya pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang.
“Berdasarkan keterangan warga, Jumat lalu Hatta sempat mengamuk hingga memecahkan seluruh kaca rumahnya. Kami akan segera berkoordinasi dengan Camat Beji, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan agar yang bersangkutan kembali mendapatkan perawatan di RSJ Lawang. Langkah ini perlu dilakukan demi keselamatan dirinya maupun warga sekitar,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kamar, salah seorang tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, kondisi korban yang tinggal seorang diri tanpa pendamping membuat warga khawatir kejadian sama akan kembali terulang.
“Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, sementara keluarga lainnya tidak ada yang merawat. Demi keselamatan bersama, kami berharap Hatta segera dibawa kembali ke RSJ Lawang agar mendapat penanganan yang layak,” ujarnya.
Dari pantauan di lokasi, petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan kobaran api sekitar satu jam kemudian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bagian atap rumah ambruk akibat dilalap api. Sementara itu, Agus Suhatta dievakuasi ke teras rumah warga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
(MaL/Hen)










Tinggalkan Balasan