MALANG, KlikNews.Co.Id – Ketegangan yang menyelimuti area kompetisi seketika pecah menjadi gemuruh tepuk tangan dan tangis haru. Di atas podium, wajah-wajah belia itu tak lagi mampu menyembunyikan riak emosi. Bagi mereka, dan ratusan pasang mata orang tua serta pembina yang hadir, momentum ini adalah muara dari ribuan jam latihan dalam sunyi dan kedisiplinan yang menguras energi.
Atmosfer penuh perjuangan tersebut tersaji secara dramatis dalam ajang bergengsi yang diinisiasi oleh Insan Peduli Catur (IPC) Kabupaten Malang. Kompetisi ini sukses diselenggarakan di lantai dua Gedung MI IMAMI, yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. 23, Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu (31/05/2026). Di tempat inilah, talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah bertarung, melahirkan peta persaingan yang sengit sekaligus mengharukan di setiap kategorinya.
Di sektor Putra SD/MI, dominasi luar biasa ditunjukkan oleh Athaya Taqiy Hamizan dari MI Perwanida Blitar yang sukses mengamankan posisi puncak sebagai Juara 1. Langkah strategis Athaya dibayangi ketat oleh Hamdan Farrasy (SDN Kedungdalem II Purbalingga) di posisi kedua. Sementara itu, tepuk tangan riuh menggema saat pahlawan lokal sekaligus sang ksatria tuan rumah, Mochammad Fadlil Abrori Salim dari MI Imami Kepanjen, Kabupaten Malang, berhasil naik ke podium ketiga.
Aroma kompetisi yang emosional juga mewarnai kategori Putri SD/MI. Tasya Aqila Zhivani Hermansyah dari MINU Trate Putri Gresik tampil dominan dan berhak atas trofi Juara 1. Di posisi runner-up, Adibah Rafailah Marsah (MI Nurul Huda Bakalan) menunjukkan ketangguhan mentalnya, disusul oleh Pilar Fahimna dari MIN 3 Banyuwangi di peringkat ketiga.
Berpindah ke kategori SMP/SMA Putri, tensi pertandingan di lantai dua gedung madrasah tersebut semakin memuncak. Atlet muda Kamila Nayata Izzy dari MAN 2 Kota Malang membuktikan kapasitasnya sebagai yang terbaik dengan meraih Juara 1. Ia dikawal oleh Yuliamahdi Dwi Anggraini (SMA Negeri 1 Blitar) di posisi kedua dan Najwa Bilqis Bilbina Mukti (MAN 1 Sidoarjo) yang mengamankan tempat ketiga.
Laga paling dramatis tersaji pada kategori SMP/SMA Putra. Sorak-sorai penonton membakar arena saat Yufan Giofandi Fransinanta dari SMA Negeri 1 Singosari menyudahi perlawanan sengit rival-rivalnya untuk mengklaim Juara 1. Posisi kedua diraih oleh Marchello Hugo dari SMAN 5 Malang (Walet CC) setelah melalui kalkulasi poin yang ketat, sementara Wildan Bagus Rahmanda (MTsN 3 Malang) melengkapi daftar juara di urutan ketiga.
Keberhasilan penyelenggaraan kompetisi di Kepanjen ini tidak lepas dari visi besar organisasi untuk membangun karakter generasi muda melalui asahan mental di atas papan catur. Ditemui di sela-sela penyerahan piala di lantai dua MI IMAMI, Ketua IPC, Jupri, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat melihat para atlet muda tersebut berpelukan erat dengan orang tua mereka.
“Melihat mereka berdiri di sana, dengan piala di tangan dan air mata di pipi, membuat semua kerja keras seluruh panitia terbayar lunas,” ungkap Jupri kepada awak media, dengan suara yang sesekali bergetar menahan haru.
Jupri menegaskan bahwa esensi dari kompetisi ini melampaui sekedar angka di papan skor atau kilau trofi. Ada nilai edukasi dan pembentukan mentalitas yang jauh lebih berharga bagi masa depan anak-anak bangsa.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang menang. Ini tentang proses, tentang bagaimana anak-anak kita belajar untuk bangkit kembali setiap kali mereka mengalami kekalahan. Di mata kami, seluruh peserta yang berani melangkah ke arena ini adalah pemenang. Bagi yang juara, pertahankan dan tetap membumi. Bagi yang belum beruntung, ketahuilah bahwa evaluasi hari ini adalah modal kejayaan kalian di masa depan,” pungkasnya secara filosofis.(WEN)









Tinggalkan Balasan