PASURUAN, KLIKNEWS.co.id – Sebanyak 253 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam ajang Pasuruan Chess Tournament Challenge 2026 yang digelar di halaman parkir timur Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Minggu (17/5/2026).

Turnamen yang memperebutkan trofi Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan serta total uang pembinaan sebesar Rp20 juta tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bekasi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat.

Kehadiran para pecatur dari lintas provinsi tersebut menegaskan bahwa Kabupaten Pasuruan kembali menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dalam kalender kompetisi catur nasional.

Director Tournament, Henry Sulfianto, pria yang akrab disapa Ki Demang mengatakan, turnamen ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali tradisi kompetisi catur berskala besar di Kabupaten Pasuruan.

“Terakhir kami, Kuda Perkasa Chess Club bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar turnamen pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1093 tahun 2023,” ujarnya.

Menurut Ki Demang, sebelum pandemi Covid-19, Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah yang rutin menyelenggarakan turnamen catur dan menjadi tujuan para atlet maupun penghobi dari berbagai wilayah.

“Turnamen kali ini diikuti banyak pecatur bergelar, mulai Master Percasi, Master FIDE, hingga Master Nasional. Bahkan, terdapat belasan Master Nasional yang ikut bertanding,” ungkap pemilik Kuda Perkasa Chess Club tersebut.

Turnamen ini juga mencatat sejarah baru bagi DPRD Kabupaten Pasuruan. Untuk pertama kalinya, lembaga legislatif tersebut menjadi tuan rumah kompetisi catur berskala nasional dengan peserta yang datang dari luar Provinsi Jawa Timur.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mengaku tidak menyangka antusiasme peserta begitu tinggi, mengingat persiapan penyelenggaraan hanya dilakukan dalam waktu sekitar tiga minggu.

“Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, jumlah peserta mencapai 253 orang. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap olahraga catur sangat besar,” katanya.

Politikus senior dari Partai Kebangkitan Bangsa yang akrab disapa Lek Sul itu menyatakan, akan berkoordinasi dengan Bupati Pasuruan agar turnamen tersebut dapat ditetapkan sebagai agenda rutin tahunan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.

“Kami akan komunikasikan dengan Bupati agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun,” ujarnya.

Ia berharap turnamen ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus motivasi bagi atlet-atlet muda Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan kemampuan dan jam terbang pertandingan.

“Harapan kami, Kabupaten Pasuruan mampu melahirkan pecatur berprestasi yang dapat meraih gelar master dan mengharumkan nama daerah,” tambahnya.

Pada kategori Senior Open, juara pertama diraih Karunia Bagus Trilaksa, posisi kedua ditempati AS Thirof, dan juara ketiga diraih Khairul Anam.

Sementara pada kategori Junior Open, juara pertama diraih Ifan Rasyid A.M., posisi kedua ditempati Salmansyah, dan juara ketiga diraih Fitsal Aswa.

Pasuruan Chess Tournament Challenge 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menegaskan bahwa Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu pusat pembinaan dan kompetisi catur di tingkat nasional. (Mal)