MALANG,KlikNews.Co.IdDi halaman luas pabrik keripik lumba lumba, Turen Education Spectacular EXPO 2026, deru riuh pameran pendidikan tidak hanya menawarkan ilmu, tetapi juga secercah harapan bagi mereka yang mencari keadilan.

Hari ini, Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Kabupaten Malang hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai oase bagi masyarakat yang dahaga akan kepastian hukum.

Melalui program konsultasi dan pembelaan hukum cuma-cuma, BPPH membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat tidak mampu.

Alex Widyo Nugroho, S.H., Sang Ketua, memandang kerumunan warga dengan tatapan penuh kepedulian. Baginya, kompleksitas persoalan hukum yang melilit rakyat kecil adalah panggilan jiwa yang harus dijawab dengan tindakan nyata.

“Kami menjemput bola, menyapa mereka yang seringkali terbungkam oleh ketidaktahuan. Di tengah kerumitan hukum yang ada, BPPH hadir untuk memastikan bahwa keadilan bukan sekedar milik mereka yang berpunya, tapi hak bagi setiap jiwa yang berpijak di bumi ini,” ungkap Alex dengan nada penuh penekanan.

Di sudut stand yang sarat dengan diskusi hangat, Sekretaris BPPH, Aprilia, S.H., menyambung dengan untaian kata yang menyentuh sanubari. Ia menegaskan bahwa hukum seharusnya menjadi payung bagi semua, bukan pedang yang hanya tajam ke bawah.

“Program hukum gratis ini adalah janji kami kepada nurani. Kami tak ingin ada lagi warga yang gemetar ketakutan saat berhadapan dengan masalah hukum hanya karena saku yang kosong. Di sini, kami memastikan bahwa setiap warga negara memiliki derajat yang setara di hadapan keadilan,” tutur Aprilia dengan lembut namun penuh ketegasan, pada Sabtu, 02/05 2026.

Semangat yang sama juga terpancar dari Agus Subyantoro, S.H. Selaku Penasihat BPPH, ia berdiri tegak mengawal jalannya pelayanan, memastikan bahwa setiap aduan rakyat menjadi amanah yang diperjuangkan.

“Kata, Agus Subyantoro,S.H, Baginya, kehadiran tim BPPH di tengah expo ini adalah upaya membumikan hukum agar lebih manusiawi dan mudah dijangkau.

Bersama jajaran anggota lainnya yang bersiaga sejak mentari meninggi hingga tenggelam, BPPH Pemuda Pancasila Kabupaten Malang hari ini telah melukis sebuah catatan penting, bahwa di antara gemerlap pendidikan dan pameran, ada martabat hukum yang harus dijaga, dan ada hak rakyat kecil yang akan selalu dibela tanpa pamrih, “pungkas Agus Subyantoro.(Wendy)