MALANG, KlikNews.Co.Id , – Di balik pengabdian dan kesibukan mendampingi pimpinan setiap hari, AD, ajudan Bupati Malang, kini harus menelan pil pahit. Nama baik dan integritas yang dibangunnya bertahun-tahun mendadak dipertaruhkan akibat gempuran rumor jahat yang mengaitkannya dengan SM, seorang staf Bagian PBB Bapenda Kabupaten Malang.
Isu liar yang berembus di lingkungan Pemkab Malang ini berkembang bak gempuran peluru tanpa kendali, menghatam AD tanpa landasan konfirmasi yang jelas. Pria yang sehari-hari dikenal supel ini terpaksa menjadi korban dari prasangka buruk dan spekulasi tak berdasar yang sengaja diembuskan ke publik.
Di tengah guncangan fitnah yang menyudutkannya, AD akhirnya bersuara. Suaranya terdengar tegar meski tersirat kepedihan atas tuduhan membabi buta yang mengarah padanya. Ia bahkan tidak pernah membayangkan namanya akan disandingkan dengan sosok yang sama sekali tak dikenalinya.
“Mas, maaf untuk isu ini. Setelah saya cari tahu siapa SM di Bapenda, saya pastikan saya tidak pernah kenal sama sekali dengan yang bersangkutan,” tutur AD, meluruskan tuduhan keliru yang telanjur mencoreng namanya.” Tukasnya pada Kamis 03/08/26, melalui pesan tertulis.
Sifatnya yang hangat dan ramah kepada rekan-rekan kerja tampaknya telah diputarbalikkan oleh pihak-pihak yang melontarkan tuduhan tanpa melihat fakta sebenarnya.
“Kedekatan saya dengan teman-teman yang sudah lama kenal itu memang kadang salah dinilai. Bisa disimpulkan, mereka yang menilai seperti itu sebenarnya tidak kenal siapa saya,” terangnya prihatin.
Tak mau tinggal diam atas kezaliman yang menimpa dirinya dan keluarganya, AD bertekad menuntut kejelasan. Ia berencana mencari muasal narasi menyesatkan ini, mulai dari menemui penulis berita awal hingga sosok pelapor yang mengembuskan isu tersebut, demi membersihkan nama baiknya.
“Dalam waktu dekat akan saya temui dan saya tanyai dari mana sumbernya. Kalau memang tuduhan itu dari suaminya, saya justru ingin bertemu langsung untuk meluruskan semuanya,” tegas AD.
Di tengah kabar burung yang telanjur beredar di koridor-koridor kantor Pemkab Malang, AD kini berdiri menghadapi ketidakadilan kabar burung yang terus mengusik ketenangannya, berjuang menegakkan kebenaran di atas fitnah yang merengut nama baiknya.(Wendy)









Tinggalkan Balasan