MALANG, KlikNews.Co.Id Dunia ketenagakerjaan di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang, mendadak geger. Namun, bukan soal urusan buruh pabrik atau upah minimum, melainkan soal performa “staf khusus” berwujud tuyul yang dianggap tidak produktif. Seorang warga berinisial NL merasa dikhianati oleh janji manis seorang praktisi spiritual berinisal JW, lantaran “karyawan gaib” yang ia pesan ternyata hobi mogok kerja.

Semua bermula saat NL merasa kehilangan dua aset berharganya, yakni dua sosok tuyul. Ibarat kehilangan tenaga ahli di perusahaan, ia segera menghubungi inisial JW yang bertindak layaknya agen  lintas dimensi. JW pun melakukan “perjalanan dinas” ritual ke Pantai Selatan untuk menjemput pulang para entitas tersebut.

Hasilnya pun diklaim gemilang, satu tuyul pulang dengan sukarela ke rumah NL, sementara satu lagi tidak berhasil “diamankan” alias ditangkap oleh ahli seperitual lainnya yang tidak dikenal oleh kedua belah pihak, mungkin karena mencoba resign tanpa pemberitahuan,”terang JW.

Namun, alih-alih mendulang cuan, dua minggu kemudian NL justru meradang. Ia melayangkan protes keras karena si tuyul ternyata cuma numpang nama tapi enggan bekerja mencuri uang sesuai kesepakatan awal.

NL merasa rugi bandar, ia sudah keluar modal besar untuk biaya ritual yang setara investasi saham, tapi hasilnya justru nol besar.

Si tuyul tampaknya lebih memilih gaya hidup rebahan daripada memenuhi target setoran.

Perselisihan ini pun mendadak jadi tugas paling absurd bagi perangkat desa. Mediasi dilakukan di Balai Desa, menciptakan pemandangan unik di mana orang-orang serius berdiskusi soal etos kerja makhluk yang tidak tampak di daftar absensi.

Karena pertemuan itu menemui jalan buntu, mungkin karena si tuyul tidak hadir sebagai saksi kunci, NL pun naik pitam dan membawa urusan ini ke pihak kepolisian di Polsek Kepung, Kabupaten Kediri.

Langkah hukum ini tentu membuat banyak pihak mengerutkan dahi dan menahan tawa banyak pihak. Belum jelas pasal apa yang bisa menjerat kasus “wanprestasi” di alam gaib, mengingat barang buktinya pun tak kasat mata.

Hingga kini, NL masih enggan bicara banyak dan memilih bertemu langsung daripada lewat WhatsApp, mungkin khawatir kalau-kalau pesannya diintip oleh intelijen gaib lainnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagimasyarakat luas, jika ingin investasi yang pasti-pasti saja, mungkin menabung di bank atau jualan bakso jauh lebih aman daripada mempekerjakan makhluk halus yang ternyata hobi mager dan tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.(Wendy). Bersambung.