SURABAYA, KLIKNEWS.CO.ID – Terulangnya upaya penyelundupan narkotika ke Lapas Kelas IIB Tulungagung menjadi sorotan Aliansi Madura Indonesia (AMI). Organisasi tersebut mendesak Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur mengevaluasi dan mencopot jajaran pimpinan lapas.

Desakan itu muncul setelah dua kali upaya penyelundupan narkotika dilaporkan terjadi dalam kurun waktu 10 bulan terakhir. Meski berhasil digagalkan petugas, kejadian tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi sistem pengamanan lapas.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, mempertanyakan efektivitas pengawasan yang selama ini diterapkan. Ia menilai kejadian berulang tidak boleh hanya disikapi dengan klaim keberhasilan menggagalkan penyelundupan.

“Persoalan narkotika di dalam lapas tidak boleh dianggap sepele. Ini harus menjadi perhatian serius dan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk bagaimana pengawasan serta tanggung jawab pejabat yang memiliki kewenangan,” tegas Baihaki.

Ia mengatakan, pimpinan lapas harus bertanggung jawab memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan maksimal. Lapas seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan menjadi celah masuknya barang terlarang.

Lebih lanjut, AMI juga menyoroti usulan penambahan mesin pemindai barang atau X-Ray untuk memperketat pemeriksaan pengunjung.

Menurut AMI, penambahan fasilitas memang diperlukan. Namun, langkah tersebut harus dibarengi pengawasan ketat, kedisiplinan petugas, dan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan.

Ia menjelaskan, persoalan ini tidak cukup diselesaikan melalui penambahan sarana pengamanan. Tanggung jawab pejabat yang memiliki kewenangan juga harus diperiksa secara objektif.

Atas dasar itu, AMI mendesak Kanwil Ditjenpas Jawa Timur mencopot Kalapas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), serta Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Lapas Kelas IIB Tulungagung.

Selain pencopotan, AMI meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan serta pemeriksaan transparan terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pencegahan masuknya narkotika.

AMI menegaskan, desakan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial sekaligus dukungan terhadap pemberantasan peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kini, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur diharapkan memberikan perhatian serius dan memastikan setiap dugaan kelemahan pengamanan ditindaklanjuti secara profesional.

Sebab, keberhasilan menggagalkan penyelundupan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan evaluasi terhadap sistem keamanan lapas. (Red)