PASURUAN, KLIKNEWS.CO.ID – Sepinya aktivitas usaha di sentral kuliner Pasuruan Creative Center (PCC), yang sebelumnya dikenal sebagai Bang Kodir, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, turun langsung meninjau kawasan tersebut pada Jumat (23/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Mas Rusdi, sapaannya bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mengecek kondisi lapak, fasilitas umum, serta kebersihan lingkungan. Ia juga berdialog dengan pedagang untuk mengetahui kondisi usaha mereka.

Kaidah, salah satu pedagang yang berjualan bersama suaminya, Bukhori, sejak 2013, menyambut baik kunjungan tersebut.

“Pak Bupati sempat menanyakan pendapatan kami. Saya bilang alhamdulillah,” ujar Kaidah saat ditemui media, Senin (26/10/2026).

Ia mengatakan, Bupati Rusdi juga menyampaikan rencana agar tagihan listrik mulai bulan ini ditanggung unit pelaksana teknis (UPT) terkait.

“Pak Bupati luar biasa, datang langsung menyapa. Beliau juga ikut membersihkan dan melakukan pengecatan ulang di area sentral kuliner agar lebih menarik pengunjung,” ungkapnya.

Selain meninjau lapak, Rusdi memeriksa musalla, tempat wudu, dan toilet. Pembenahan fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Namun, persoalan sentral kuliner belum selesai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hanya empat pelaku usaha yang masih bertahan di kawasan tersebut.

Samsul, salah seorang pedagang yang menempati lapak selama hampir satu tahun, mengeluhkan penerangan yang dinilai belum memadai.

Ia menjelaskan, biaya listrik selama ini masih ditanggung melalui iuran para pedagang.

Lebih lanjut, penerangan, kebersihan, dan perawatan fasilitas menjadi kebutuhan yang perlu segera dievaluasi agar kawasan tersebut lebih menarik bagi pengunjung.

Peninjauan PCC menjadi bagian dari pelaksanaan 33 program prioritas Bupati Rusdi. Namun, pembenahan fisik perlu diikuti langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan usaha pedagang.

Pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada penataan kawasan. Dukungan berkelanjutan bagi UMKM diperlukan agar sentral kuliner kembali ramai dan memberikan peluang ekonomi bagi pedagang yang masih bertahan. (Mal*)