MALANG, KlikNews.Co.Id , Di tengah gempuran kafe modern yang bising oleh deru mesin espresso dan kilau lampu neon, ada satu sudut tenang di Kepanjen yang seolah menolak tunduk pada waktu. Terletak di Jalan Kelud, Mangir, Mangunrejo, sebuah warung sederhana berdiri kokoh, menjaga tradisi yang makin langka. Warung Kopi Mbah Kaseno.
Selama 35 tahun, tempat ini menjadi saksi bisu perjalanan zaman. Dari era ketika secangkir kopi hitam panas hanya dihargai Rp25, hingga kini di tahun 2026 menyentuh Rp4.000, ada satu hal yang tak pernah berubah, rasa tulus di setiap seduhannya.
Di balik kepulan asap kopi yang wangi, Mbah Kaseno tak pernah sendiri. Ada Mbah Tasemi, istri tercinta yang setia mendampingi di sisinya. Jemari mereka yang renta namun sigap, selalu menyajikan kehangatan yang sama kepada siapa saja yang singgah, mulai dari para petani yang melepas lelah usai menggarap sawah, hingga perantau yang sengaja mampir mencari ketenangan.
Bagi para pelanggannya, berkunjung ke warung Mbah Kaseno bukan sekedar perkara menikmati racikan kafein. Ini tentang pulang. Tentang menemukan kembali rumah yang penuh kesederhanaan, senyum tulus tanpa jarak, dan obrolan hangat yang menyejukkan jiwa. Warung kecil ini adalah bukti bahwa ketulusan dan cinta adalah cita rasa sejati yang tak pernah kadaluarsa oleh zaman. (Wendy)








Tinggalkan Balasan