MALANG , KlikNews.Co.Id , – Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat kerap diidentikkan dengan penegakan hukum atau pengamanan wilayah.
Namun, di Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, sebuah sudut pandang humanis ditunjukkan oleh Brigadir Polisi (Brigpol) Wahyu, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kepanjen.
Pada Selasa (15/9/2026) sekira pukul 10.00 WIB, Wahyu menyusuri jalan setapak di tiga dusun berbeda di Desa Mojosari untuk mendistribusikan sarana ibadah ke empat titik mushola yang berada di wilayah tersebut. Tanpa sengaja, aksi tersebut diketahui oleh awak media yang tengah melintas di lokasi.
Bagi Wahyu, langkah ini merupakan bentuk pendekatan dan sarana kontak langsung antara kepolisian dengan lapisan masyarakat luas.
Di balik surau-surau kecil yang kerap sepi di luar waktu ibadah wajib, ia merapikan sajadah, mukena, dan menyusun Al-Qur’an agar fasilitas ibadah tersebut layak digunakan oleh warga setempat.
Lebih dari hanya membagikan bantuan fisik, inisiatif ini dilandasi oleh empati mendalam terhadap dinamika sosial di lapangan.
Wahyu menyadari, fasilitas ibadah yang memadai di jalur lintas warga sangat krusial, terutama bagi para musafir yang melintas dalam perjalanan jauh namun terkendala perlengkapan salat.
“Jangan sampai ada orang yang urung bersujud hanya karena mushola kehabisan sajadah layak pakai, atau musafir yang kebingungan menahan ibadah karena lupa membawa perlengkapan di tengah jalan,” ujar Wahyu di sela kegiatan.
Langkah sederhana yang dilakukan Brigpol Wahyu ini mencerminkan esensi pemolisian masyarakat (community policing). Di tengah berbagai sorotan terhadap institusi penegak hukum, kehadiran polisi yang turun tangan merespons kebutuhan kecil masyarakat membuktikan bahwa empati dan pelayanan publik dapat berjalan beriringan hingga ke desa.(Wendy)









Tinggalkan Balasan