MALANG, KlikNews.Co.Id , – Semangat menjaga kelestarian alam terus digelorakan di Kabupaten Malang. Program Diploma Kepariwisataan Universitas Merdeka (UNMER) Malang sukses menggelar aksi nyata bertajuk Green Destination Action di kawasan Desa Wisata Poncokusumo.

Kegiatan yang mengusung tema “Menanam untuk Lingkungan Lestari, Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, pada Minggu (3/10/2026).

Hadir pula dalam acara tersebut jajaran TNI, Polri, pemerintah desa, pengelola wisata, serta dukungan penuh dari PLN, Bank Indonesia, dan sejumlah mitra strategis.

Dalam arahannya, Wabup Lathifah menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan wujud nyata investasi jangka panjang yang hasilnya bakal dinikmati oleh generasi mendatang.

“Penanaman pohon ini adalah bentuk merawat alam yang sudah diajarkan oleh nenek moyang kita, karena selama ini alam telah memberikan banyak manfaat bagi manusia dan kehidupan lainnya,” ujar Lathifah penuh semangat.

Tak hanya sekedar memotivasi, dalam sesi wawancara, Lathifah memastikan pihaknya bakal memberikan dukungan politik secara konkret.

Ia berjanji segera membisiki Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Malang agar alokasi anggaran untuk Dinas Pariwisata dapat dipertebal demi menggenjot fasilitas desa wisata.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UNMER Malang, Dr. Ana Mariani, S.Sos., M.Si., membeberkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah praktikum langsung bagi civitas akademika di lapangan.

“Jadi mahasiswa yang dilibatkan di sini itu ada sekitar 125 mahasiswa yang memang langsung praktikum di destinasi wisata di Desa Wisata Poncokusumo.

Tidak hanya mahasiswa tapi juga dosennya. Jadi selain kegiatan perkuliahan juga ada kegiatan untuk pengabdian masyarakat dosen dan penelitian,” ungkap Ana.

Ia memastikan gerakan hijau ini bukan hanya seremoni tanam-tanam lalu ditinggalkan. Pihaknya telah merancang jadwal monitoring berkala setiap pekan untuk memantau langsung perkembangan pertumbuhan hingga tingkat kematian tanaman.

Di balik keindahan alam Poncokusumo, sebuah persoalan klasik turut disorot, sampah pengunjung. Ana menyebutkan, masalah utama di lapangan bukanlah sampah organik dedaunan, melainkan hantu plastik dari para pelancong.

“Biasanya kalau sudah ada yang camp di sini, sampahnya petugas harus membersihkan sampai berhari-hari. Ini sampah pendatang, sampah plastik,” keluhnya.

Guna menjawab tantangan tersebut, UNMER Malang turun tangan merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru bagi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Poncokusumo.

SOP ini dirancang agar wisatawan tidak hanya datang melepas penat, tetapi juga ikut bertanggung jawab atas sampah yang mereka bawa.

“Kita berencana memandu POKDARWIS desa wisata ini untuk membuat SOP bagaimana pengunjung itu ikut berpartisipasi menjaga kebersihan dengan ikut mengelola sampahnya sendiri sesuai SOP.

Tidak hanya diberikan kepada petugas kebersihan, karena bagaimanapun juga desa wisata ini adalah wisata edukasi yang juga harus mengedukasi pengunjung bagaimana lingkungan ini bisa terpelihara,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Drs. Firmando Hasiholan Matondang, M.M., angkat bicara terkait akses jalan menuju Wana Wisata Ledok Ombo yang belum sepenuhnya mulus. Menurutnya, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat para pecinta wisata alam.

Kendati demikian, Pemkab Malang tidak tinggal diam. Pemerintah daerah terus memutar otak dan melakukan pendekatan intensif, khususnya dengan pihak Perhutani.

Maklum, tangan Pemkab terikat regulasi yang melarang pembangunan fasilitas umum di luar kewenangan wilayah mereka.

“Kemungkinan bisa kita upaya untuk mendapatkan CSR,” pungkas Firmando memberikan solusi.

Rangkaian Green Destination Action ditutup manis dengan aksi penanaman ratusan pohon, mulai dari cemara, pohon dolar, hingga pohon pule di kawasan Wana Wisata Ledok Ombo.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara Wabup Malang, jajaran pimpinan dan dosen UNMER Malang, Muspika Kecamatan Poncokusumo, serta ratusan mahasiswa kepariwisataan yang antusias. (Wen)