Pasuruan, KlikNews.Co.iD – Sejumlah ambulans Puskesmas di Kabupaten Pasuruan ditemukan masih memiliki sirene kurang nyaring dan rotator kurang terang, sehingga berisiko menghambat prioritas kendaraan darurat di jalan raya.

Temuan itu terungkap dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berkendara dan Pengecekan Kendaraan Ambulans melalui Program SATU (Safety Ambulance Taat Undang-Undang) yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Unit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, jajaran Dinas Kesehatan, perwakilan Auto 2000 Toyota Pasuruan, serta para pengemudi ambulan Puskesmas dari seluruh kecamatan.

Program yang berlangsung sekitar tiga jam itu bertujuan memastikan ambulans memenuhi standar laik jalan, laik fungsi, dan laik keselamatan, sekaligus membekali sopir dengan pemahaman etika penggunaan sirene, rotator, serta tata cara pengawalan di jalan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fransesca melalui Ps Kanit Kamsel Aipda Arifian Miftakhul Firdaus menegaskan, bahwa ambulan merupakan sarana penyelamat nyawa yang tidak boleh mengabaikan standar keselamatan. Ia menambahkan, pihaknya mendorong agar setiap kekurangan segera diperbaiki dan pengecekan rutin dilakukan secara berkala.

“Kami ingin seluruh armada benar-benar siap saat dibutuhkan, karena keterlambatan sekecil apa pun bisa berdampak besar bagi keselamatan pasien,” ujarnya.

Selain itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil pengecekan tersebut dengan evaluasi internal dan perbaikan bertahap pada armada ambulans. Menurutnya, sinergi lintas instansi diperlukan agar pelayanan kegawatdaruratan berjalan cepat, aman, dan sesuai regulasi.

Sementara itu, Sulaiman, sopir ambulans Puskesmas Bangil, menilai kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi pengemudi di lapangan. Ia menuturkan, selain menambah wawasan teknis, kegiatan tersebut juga memperkuat koordinasi dengan kepolisian saat menghadapi kondisi darurat di jalan.

“Dengan arahan yang jelas, kami bisa lebih percaya diri dan terukur saat membawa pasien, karena setiap menit sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa,” katanya. (MaL/tol)