PASURUAN, KlikNews.Co.iD – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan menggelar Festival Bluk Gebluk dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi, Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (7/3/2026) malam.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Sekretaris Bidang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Nurul Puspitaningrum, S.IP., M.M., Camat Rembang Yudianto, SH., M.M., Ketua Lesbumi MWC NU Kecamatan Rembang Zainul Arifin, S.Pd.I., serta pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi.
Turut hadir juga Kepala Desa Rembang, Kapolsek, perwakilan Danramil, para tokoh ulama, serta 28 peserta yang mengikuti Festival Bluk Gebluk dari berbagai kelompok seni di wilayah Kecamatan Rembang.
Bluk Gebluk sendiri merupakan kesenian tradisional khas Desa Rembang yang dimainkan menggunakan bantal sebagai alat utama. Pada masa lampau, kesenian ini digunakan oleh para ulama sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat.
Penyelenggaraan festival ini bertujuan memperkuat eksistensi sekaligus melestarikan kesenian Bluk Gebluk sebagai identitas budaya masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penetapan Bluk Gebluk sebagai Warisan Budaya Tak Benda, dengan mengusung tema “Merawat Budaya, Menggerakkan Pariwisata.”
Dalam sambutannya, Sekretaris Bidang Disbudpar Kabupaten Pasuruan, Nurul Puspitaningrum, menyampaikan bahwa kegiatan festival tersebut mendapat dukungan penuh dari instansinya, termasuk dalam hal pembiayaan.
“Pelaksanaan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, termasuk dari sisi pendanaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, apabila dukungan anggaran tersedia pada tahun mendatang, Disbudpar Kabupaten Pasuruan berencana kembali menggelar festival serupa dengan pelaksanaan yang lebih maksimal.
“Terima kasih atas partisipasi semua pihak. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Rembang Yudianto mengapresiasi terselenggaranya Festival Bluk Gebluk yang dinilai sebagai upaya positif dalam menjaga warisan budaya daerah.
“Dengan alat sederhana berupa bantal yang dipukul-pukul, ternyata mampu menghadirkan kesenian yang luar biasa. Ini merupakan kekayaan budaya yang patut kita jaga dan lestarikan bersama,” ungkapnya.
Ia berharap, pada pelaksanaan festival di tahun-tahun mendatang, kegiatan tersebut dapat melibatkan peserta dari kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan, meskipun tetap menjadikan Kecamatan Rembang sebagai tuan rumah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Lesbumi MWC NU Kecamatan Rembang, Zainul Arifin, juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Disbudpar Kabupaten Pasuruan kepada pihaknya sebagai tuan rumah kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan yang telah mempercayakan Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi sebagai tempat pelaksanaan Festival Bluk Gebluk,” tuturnya.
Rangkaian acara festival ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Bluk Gebluk serta pembagian doorprize kepada peserta dan tamu undangan. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, khidmat, dan kondusif, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama. (Red)










Tinggalkan Balasan