PASURUAN, KLIKNEWS.CO.ID – Kepanikan melanda Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis malam (28/8/2025), saat kobaran api melahap Pasar Pandaan, salah satu pusat perekonomian terbesar di wilayah tersebut.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu menghanguskan sedikitnya lima kios dan belasan lapak pedagang.
Api pertama kali muncul di tengah area pasar, tepatnya di deretan lapak penjual ayam, ikan, sayur, dan bahan pokok lainnya. Dalam hitungan menit, si jago merah merambat cepat, membakar bangunan yang mayoritas berbahan kayu.
“Serba panik tadi waktu api membesar. Pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya,” ujar Yusuf (33), pedagang sayur yang menjadi saksi mata.
Salah satu kios yang terbakar diketahui berfungsi sebagai gudang penyimpanan minyak goreng, membuat api semakin sulit dikendalikan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengerahkan empat armada pemadam kebakaran, tiga dari Pemkab dan satu dari PT Gudang Garam.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Mita Kristiani, menyebut pihaknya masih melakukan pendataan.
“Jumlah kios yang terbakar minimal lima. Untuk lapak masih menunggu proses pendinginan. Setelah api benar-benar padam baru kami lakukan identifikasi,” ujarnya.
Mita juga menegaskan perlunya gerak cepat dari pengelola pasar. “Kami minta data lengkap lapak dan kios yang terbakar. Besok koordinasi akan dilakukan, kemungkinan di kantor Camat Pandaan,” tambahnya.
Proses pemadaman berlangsung dramatis hingga pukul 24.00 WIB. Petugas masih berjibaku melakukan pembasahan hingga dini hari untuk mencegah api kembali berkobar.
Musibah ini mengundang perhatian berbagai pihak. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardana, bersama Sekda Yudha Triwidya Sasongko, Plt Kadisperindag Mita Kristiani, dan Camat Pandaan Timbul Wijoyo turun langsung ke lokasi kebakaran untuk menenangkan para pedagang.
“Kami akan lakukan identifikasi secepatnya, butuh satu hingga dua hari. Setelah itu, semua pihak akan duduk bersama mencari solusi terbaik agar ekonomi pedagang tidak lumpuh,” tegas Agus, politisi asal Tosari tersebut.
Meski tidak menelan korban jiwa, kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik ini meninggalkan puing-puing dan trauma mendalam bagi para pedagang.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan berjanji bergerak cepat untuk memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat Pasar Pandaan.
(mal/dra)
Tinggalkan Balasan