MALANG, KlikNews.Co.Id – Aroma tidak sedap kembali menyeruak dari balik administrasi Desa Talangagung. Alih-alih memberikan jawaban transparan, Kepala Desa Talangagung, Tarmuji, tampak sibuk bersilat lidah saat dikonfirmasi mengenai bedol desa perangkatnya ke kantor Inspektorat Kabupaten Malang pada Kamis 9 April 2026.

Dalam sambungan telepon yang terasa terburu-buru tersebut, Tarmuji mencoba mendinginkan suasana dengan narasi klasik yang sudah basi yakni hanya klarifikasi administratif.

Sebuah jawaban standar yang kerap menjadi tameng saat sebuah borok mulai terendus publik.

Tarmuji yang juga dikenal luas sebagai pemilik Losmen Gerbang Biru—sebuah nama yang sudah tidak asing di telinga masyarakat dan kerap diidentikkan sebagai tempat favorit muda-mudi memadu kasih—berdalih bahwa pertemuan itu cuma pendataan-pendataan saja, pembenaran-pembenaran itu saja, masalah data.

Ia bahkan terkesan menghindar dengan alasan masih ada tamu dan menyebut bahwa itu hanya masalah anggaran-anggaran yang lalu-lalu saja saat dihubungi oleh awak media pada Kamis 9 April 2026.

Jawaban tersebut dilontarkan dengan nada enteng seolah-olah anggaran negara yang dikelola adalah urusan sepele yang bisa selesai hanya dengan kata pembenaran.

Hingga detik ini pihak Inspektorat Kabupaten Malang terkesan main mata dan memilih cari aman dengan menutup rapat keran informasi. Sikap menutup diri ini seolah memberi ruang bagi spekulasi liar di tengah masyarakat yang kian kritis menyoroti transparansi dana desa.

Publik kini menunggu apakah Inspektorat akan benar-benar menjalankan fungsinya sebagai garda terdepan pengawasan ataukah pemanggilan ini hanya akan berakhir sebagai formalitas di atas kertas untuk mencuci bersih dugaan penyimpangan yang ada.

Satu yang pasti masyarakat Talangagung berhak tahu ke mana setiap rupiah uang negara mengalir dan bukan sekadar mendengar alasan ada tamu saat pejabatnya dimintai pertanggungjawaban. (Wendy)