PASURUAN, KLIKNEWS.co.id – Pergantian tongkat komando di tubuh Polres Pasuruan menandai berakhirnya masa kepemimpinan AKBP Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr. Opsla dan dimulainya babak baru di bawah kepemimpinan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. Prosesi pamitan dan serah estafet kepemimpinan berlangsung khidmat dalam apel satuan di halaman Mapolres Pasuruan, Kamis (15/1/2026).
Dalam apel tersebut, AKBP Jazuli menegaskan bahwa jabatan adalah amanah sementara yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama Polri dalam menjalankan tugas pelayanan dan penegakan hukum.
Menanggapi pergantian tongkat komando itu, Direktur Pus@ka, Lujeng Sudarto, menilai kepemimpinan AKBP Jazuli meninggalkan catatan yang kuat dan signifikan bagi Polres Pasuruan. Ia menegaskan bahwa Jazuli dikenal sebagai figur pimpinan yang tegas dalam mengambil sikap, cepat merespons aduan masyarakat, serta konsisten hadir di tengah persoalan publik.
Menurut Lujeng, selama menjabat sebagai Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli tidak membangun jarak dengan masyarakat. Sebaliknya, ia dinilai mampu membuka ruang komunikasi yang sehat dan setara dengan berbagai elemen, mulai dari warga, insan pers, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Ketegasan beliau terlihat dalam penanganan laporan masyarakat, tetapi di saat yang sama tetap membuka ruang dialog. Ini kombinasi yang tidak mudah, dan Jazuli mampu menjaganya,” tegas Lujeng.
Lebih lanjut, Lujeng menegaskan bahwa pendekatan kepemimpinan yang terbuka dan inklusif tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri di Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak lahir dari kewenangan semata, melainkan dari konsistensi sikap dan keberanian pemimpin untuk hadir dan mendengar.
Ia menilai, warisan kepemimpinan AKBP Jazuli tidak hanya tercermin dari capaian kinerja, tetapi juga dari pola relasi yang terbangun antara kepolisian dan masyarakat sipil. Relasi inilah, menurut Lujeng, yang perlu dijaga dan dilanjutkan oleh Kapolres Pasuruan yang baru.
“Jejak kepemimpinan AKBP Jazuli adalah soal kepercayaan dan keterbukaan. Itu modal penting bagi siapapun yang melanjutkan estafet kepemimpinan di Polres Pasuruan,” pungkasnya. (mal)









Tinggalkan Balasan