LABUHANBATU, Kliknews – Terkait beredarnya isu bahwa rencana pendirian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. PPSP Pulo Padang tidak diketahui oleh warga dibantah oleh Lilis, Ketua Komunitas Pengajian Ibu-ibu Pulo Padang.

Menurutnya, sebelum didirikannya pabrik itu seluruh warga telah dimintai foto copy KTP dan KK untuk persetujuan akan didirikannya pabrik tersebut.

“Isu itu tidak benar, justru sebelum didirikannya pabrik ini, kami sebagai warga Pulo Padang telah dimintai persetujuan oleh pihak perusahaan melalui dinas terkait, dengan menyertakan foto copy KTP dan KK sebagai bukti kami menyetujui pendirian pabrik itu,” ujar Lilis kepada kliknews.co.id, Rabu (24/4/2024)

Lilis menambahkan, dengan adanya PKS ini, warga setempat merasa sangat terbantu, disamping membuka peluang kerja bagi warga, perekonomian warga juga semakin meningkat sejak adanya PKS itu.

“Justru kami sangat berterimakasih atas berdirinya pabrik ini, sebab dengan adanya pabrik di daerah kami ini, banyak warga yang bisa bekerja di sana, sehingga perekonomian kami pun semakin meningkat,” tambah Lilis.

Lebih lanjut ia mengatakan, warga tidak pernah khawatir dengan segala dampak negatif yang diakibatkan dari pabrik, karena sejak saat ini, tidak satupun warga yang terkena penyakit, baik itu penyakit pernapasan maupun lainnya.

“Jadi hingga saat ini, kami masih sehat-sehat saja, tidak ada yang sakit. Baik itu sakit pernafasan maupun lainnya, seperti yang dikatakan para segelintir warga Pulo Padang yang menolak dioperasikan pabrik ini,” kata Lilis lagi.

Masih Lilis memaparkan, mereka itu orang-orang kaya Pak, kebunnya luas, jadi mereka gak butuh pekerjaan dan tetap bisa makan. Makanya mereka ngotot supaya pabrik ditutup. Namun kami ini gimana, kalau pabrik ini tidak beroperasi, terpaksa kami kembali mencari berondolan untuk dapat menyambung hidup, saya rasa ada kepentingan Pak, tidak murni karena membela masyarakat.

“Kami berharap, kiranya Pemerintah maupun APH segera mengambil tindakan tegas terhadap para pendemo itu, pikirkan kami rakyat miskin ini. Kami tidak ada kepentingan disini, kami hanya butuh pekerjaan agar bisa makan, untuk itu sampai kapanpun kami akan tetap membela perusahan agar PKS bisa terus dioperasikan, kami siap atas segala konsekuensinya,” pungkasnya.

Terpisah, Manager PKS PT. PPSP Pulo Padang Hernowo kepada kliknews.co.id, membenarkan, segala keterangan warga pihaknya telah melakukan pemberitahuan kepada warga setempat terkait rencana pendirian pabrik itu.

“Apa yang dikatakan Bu Lilis itu fakta, kami dari perusahaan tidak pernah menutupi informasi tentang didirikannya pabrik ini, bahkan sebelumnya kami juga telah meminta persetujuan dari warga setempat sebelum mendirikan pabrik ini, dan semua bukti persetujuan dari warga itu masih kami simpan rapi,” kata Hernowo.

Jadi kami berharap, lanjut Hernowo, tolonglah kepada warga yang belum bisa menerima kehadiran kami disini, coba kita renungkan bersama. Mana yang lebih besar dampak positif atau negatifnya pabrik kami ini di masyarakat, kasihan warga- warga lainnya yang sangat membutuhkan pekerjaan untuk bisa menafkahi keluarga mereka, kita jangan egois, saya harap para pendemo ini bisa segera sadar dan menyudahi aksinya,” keluh Hernowo.

“Sebenarnya jika kami tidak miliki prikemanusiaan, bisa saja kami menggunakan tangan besi atas tindakan demonstrasi warga ini, toh perizinan kami sudah lengkap, dan kami juga telah menang atas gugatan mereka di Pengadilan. Nah kalau mereka berdemo kira-kira sudah ada gak pemberitahuan kepada pihak Polres Labuhanbatu,” tambahnya.

“Tapi tidak perlu kita bahas sampai kesana, dan kami yakin tidak lama lagi warga pendemo ini akan segera sadar, dan mengakhiri semua aksi mereka, Insya Allah, hati mereka akan dibukakan oleh Allah SWT hingga bisa bersatu bersama kita untuk memajukan daerah Pulo Padang ini menjadi lebih baik lagi, dan warga bisa lebih sejahtera lagi kedepannya,” pungkasnya. (RDs)