Pratisi Hukum, Ardy Mbalembout: Adanya Berita Hoax Disampaikan Alfin Lie

Pratisi Hukum, Ardy Mbalembout: Adanya Berita Hoax Disampaikan Alfin Lie
Pratisi Hukum Dr (c) M.M. Ardy Mbalembout, S.H., M.H., CLA., AIIArb
banner 468x60

JAKARTA | kliknews.co.id Pratisi Hukum Dr (c) M.M. Ardy Mbalembout, S.H., M.H., CLA., AIIArb melayangkan dan membuat Legal Opini permasalahan hukum dengan terdapat dugaan penyebaran berita bohong (hoax) yang berdasarkan statemen video rekan Alfin Lie yang dishare di AkunYoutube Kesaksian Sedunia, sekitar dua minggu yang lalu dibulan agustus sekitar tanggal 14 Agustus 2022.

“Bahwa pemilik akun youtube kesaksian sedunia telah menggungah video yang berjudul “Kasus Ferdy Sambo!! Kita Jadi Tau Ini!!” dalam video tersebut berisikan statemen Alfin Lie pada menit Menit 23.50- 24.14 yang menyatakan berita atau informasi yang tidak benar (hoax) dengan mengatakan bahwa “Contoh Investasi bodong mahkota menembak 7,5 triliunan itu terlaporan Mahkota Raja Saptorajahari ketua KOI lu Kapolri malah dikasih jabatan ketua ISSI singkatan semedia sedangan KOI (Ketua Olimpiade )sih Raja Sapto gimana mau nangkep disitu ada kedekatan begitu sedangkan Kapolda dikasih Ketua Sekjen PBSI “. Hal ini merupakan fitnah dengan menyatakan bahwa Raja okto sebagai orang yang melakukan judi online dan investasi bodong juga membuat kegaduhan di tengah masyarakat dengan menyatakan Kapolri dan Kapolda mendapatkan jabatan sebagai Ketua ISSI dan dan Sekjen PBSI,” jelas Ardy kepada wartawan melalui pesan tertulisnya, Rabu (31/8/2022).

BACA JUGA: Siap Berbuat Yang Terbaik, Waliyono Pengusaha Muda Masuk Demokrat

Ardy juga menyimpulkan bahwa atas statemen rekan Alfin Lie dalam video ada dalam video tersebut yang dimuat dalam akun youtube kesaksiaan sedunia telah melakukan tindak pidana berupa menyebarkan berita bohong. Dan atas statemen Rekan Alfin Lie yang ada dalam video tersebut yang dimuat dalam akun youtube kesaksiaan sedunia diduga telah melakukan tindak pidana berupa menyebarkan berita atau informasi yang membuat keruh situasi, menyesatkan, mengakibatkan terjadinya keonaran dikalangan masyarkat terhadap kinerja Kapolri, Kapolda dan Raja Okto (Ketua KOI dan Komisaris PT Mahkota).

Selanjutnya bahwa perbuatan Alfin Lie dapat dikategorikan kedalam delik umum atau delik biasa yaitu suatu dugaan perbuatan pidana yang dapat dituntut tanpa membutuhkan adanya pengaduan karena dalam hal ini negara melalui aparat penegak hukum diberikan kewenangan untuk memanggil, memeriksa dan menyelidiki serta menyidik seseorang yang dianggap telah melakukan perbuatan pidana.

BACA JUGA: AHY: Kita Harus Pahami Sumber Masalah di Pemilu, Agar Polarisasi Tidak Terjadi

“Saran kami bahwa Polri berdasarkan delik umum atau delik biasa mempunyai kewajiban untuk untuk memanggil, memeriksa dan menyelidiki serta menyidik seseorang yang dianggap telah melakukan perbuatan pidana. Dengan pasal yang disangkakan yaitu Pasal 14 dan 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Tentang Peraturan Hukum Pidana, dan/atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Elektronik jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Elektronik,” sebut Ardy. (red/w)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.